Selamat Datang di Blog PSK 07

Wednesday, 17 June 2009

Resensi Film The New World

Resensi film ini merupakan tugas hangat dari mata kuliah komunikasi lintas budaya.

The New World

Deskripsi cerita

Kisah ini berawal dari Pantai Virginia 1607. Tiga buah kapal layar berbendera Union Jack menyusuri muara-muara sungai nan lebar yang dikelilingi hutan lebat. Awak dan penumpang kapal terlihat sibuk mondar-mandir, entah apa yang akan mereka lakukan. Seorang laki-laki berjanggut lebat terkurung di palka kapal, nampaknya seorang tahanan. Tak jauh dari situ, di tepian sungai, sekelompok orang tak berbusana (cuma berpenutup pinggang ke bawah) terlihat mondar-mandir tak karuan. Pandangan penuh tanya tampak di raut wajah mereka. Salah seorangnya perempuan, berparas eksotik namun berbusana cukup minimalis.

Rombongan imigran tersebut membuka koloni baru di sebuah pulau di tengah sungai, yang belakangan disebut sebagai Jamestown. Koloni yang dipimpin oleh Capt. John Smith ini merupakan koloni orang-orang Inggris paling awal di Amerika Utara. Jangan membayangkan bentuknya yang megah, koloni tersebut hanyalah berbentuk sebuah benteng berdinding kayu yang isinya pun beberapa gubuk beratapkan ilalang. Interaksi mulai berlangsung antara para imigran dengan orang Indian. Meski disambut pandangan penuh curiga oleh para imigran bersenjatakan senapan, orang-orang Indian dengan penuh suka cita menyambut tetangga barunya itu, termasuk sang perempuan Indian, yang belakangan disebut sebagai Pocahontas.

Semula anggota pasukan inggris berinteraksi baik dengan penduduk pribumi wilayah itu (suku Indian), namun sebuah kesalah pahaman memicu adanya ketegangan diantara kedua belah pihak. Gawatnya lagi, john Smith sempat ditawan oleh suku Indian. Hampir saja Smith dihukum mati, kalau saja tidak muncul si gadis Indian, Pocahontas yang meminta Powhatan, ayahnya, untuk tidak menghukum mati Smith. Diam–diam diantara kedua insan ini mulai tumbuh benih-benih cinta. Bahkan, ketika Smith dibebaskan oleh pihak Indian, Smith meminta untuk ikut bersamanya. Pocahontas akhirnya menyanggupi permintaaan Smith, namun setelah Pocahontas menyesuaikan diri dengan peradaban barat bahkan hingga diberi nama baru, Rebeca, malah kini Smith yang mulai ragu dengan cintanya. Bahkan ia meminta pada seorang anak buahnya agar memberitahukan sebuah kabar palsu bahwa ia telah tewas. Berita ini tentu sangat memukul perasaaan Pocahontas. Lalu munculah seorang pria bernama John Rolfe, yang mengisi kekosongan hati Pocahontas.


No comments:

Post a Comment

Post a Comment