Onong Cahyana Effendi
Sunday, 15 August 2010
Pengantar Ilmu Komunikasi
Onong Cahyana Effendi
Friday, 26 February 2010
Komunikasi Organisasi
Hasil Pansus
Thursday, 9 July 2009
Ujian Teknologi Komunikasi
Tugas Kuliah Teknokom
F1C007059
No. Absen
- Pandangan manusia terhadap teknologi, khusunya teknologi komunikasi, berdasarkan perspektif determinisme teknologi adalah bahwa teknologi merupakan sesuatu hal yang dapat memberi kita berbagai kemudahan dalam kehidupan. Seperti ketika ditemukanya telepon, membuat kita dapat lebih mudah dalam berkomunikasi dengan orang lain. Bayangkan saja ketika sebelum ditemukannya berbagai alat teknologi komunikasi, seseorang sulit sekali untuk berkomunikasi dengan orang lain ketika dipisahkan oleh jarak. Setelah ditemukannya berbagai alat teknologi komunikasi yang memudahkan serta memanjakan kita saat ini, maka jarak seakan merupakan hal yang tidak berarti lagi bagi kita. Oleh karena itu teknologi komunikasi merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dipungkiri oleh manusia.
- Kasus yang menimpa Prita Mulyasari menjadi perhatian nasional, karena di Indonesia jarang terjadi berbagai kasus yang melibatkan media elektronik di angkat kepermukaan. Mungkin kasus Prita ini merupakan salah satu kasus terheboh yang melibatkan media. Menurut saya Prita lalai dalam menggunakan media elektronik, mungkin ia tidak menyangka bahwa tulisannya yang sekedar ungkapan perasaan mengenai ketidak puasannya terhadap salah satu rumah sakit terkemuka dipermasalahkan oleh pihak tertentu yang merasa dirugikan. Prita dijerat dengan pasal 27 ayat 3 UU No. 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan hukuman 6 tahun atau denda sebesar 1 milyar rupiah. Berdasarkan UU ITE, Prita dinilai tidak melanggar pasal tersebut karena dinilai tidak ada niat kesengajaan untuk menjelek-jelekkan pihak tertentu, ia hanya berniat untuk sharing dengan teman-temannya dan tidak menyangka kalau sampai sejauh ini. Oleh karena itu hendaknya kita harus berhati-hati ketika mengunakan media elektronik, sebisa mungkin kita tidak menyinggung pihak-pihak tertentu.
- Menurut pendapat saya, mengenai kemungkinan terjadinya era tanpa kertas adalah kemajuan teknologi saat ini sudah tidak dapat terbendung lagi, berbagai kemajuan yang terjadi seakan membuat kita lebih mudah dalam mengerjakan berbagai hal. Ketika ditemukannya suatu teknologi baru maka saat itu pula terdapat suatu teknologi yang ditinggalkan, ketika telah ditemukannya televisi, masyarakat lebih memilih untuk menonton berita di televisi daripada mereka membaca berita di koran, mereka lebih dimanjakan dengan berbagai teknologi yang berkembang dengan cepat. Mungkin suatu saat nanti media elektronik akan lebih berperan dalam kehidupan masyarakat di bandingkan dengan penggunaan kertas yang secara tidak langsung dapat mengurangi penebangan hutan. Akan tetapi mungkin media dengan kertas seperti Koran tidak akan ditinggalkan begitu saja karena banyak masyarakat yang masih setia mengunakannya. Karena mereka tidak ingin menghilangkan kebiasaan mereka di pagi hari seperti membaca Koran dengan ditemani secangkir kopi atau teh hangat.
- Implikasi hadirnya teknologi satelit. Satelit sangat berguna bagi masyarakat dunia pada umumnya, karena dengan adanya teknologi satelit kita dapat lebih mudah mengetahui berbagai informasi mengenai berbagai wilayah di dunia. Dahulu televisi hanya terdiri dari beberapa chanel saja, akan tetapi saat ini kita dapat menyaksikan berbagai chanel yang berasal dari berbagai Negara di dunia dengan bantua televisi kabel melalui teknologi satelit. Teknologi satelit juga dapat memudahkan suatu negara dalam mengontrol wilayah kekuasaannya.
- Teknologi televisi digital tidak mudah di terapkan di Indonesia karena masih banyak sekali wilayah-wilayah kita yang masih primitif, yang tidak terjamah oleh listrik. Selain itu masih banyak masyarakat kita yang hidup dibawah garis kemiskinan dan masih buta media. Jangankan untuk membeli televisi, untuk makan sehari-hari saja masih susah atau terbatasnya waktu untuk melihat tayangan televisi karena kesibukan mereka.
Wednesday, 17 June 2009
Rahasia Segitiga Bermuda
Rahasia Segitiga Bermuda
Puluhan pesawat dan kapal laut dinyatakan hilang di Segitiga Bermuda tanpa diketahui jejaknya sepanjang tahun. Pesawat Star Tiger, tanpa sebab – sebab yang jelas dan tanpa mengirim sinyal apapun, tiba – tiba lenyap pada tanggal 30 Januari 1948, dalam perjalanannya ke Bermuda dengan 31 orang penumpang. Kejadian lainnya pada tanggal 28 Desember 1948, sebuah pesawat DC-3 dengan 35 orang penumpang terbang dari Poertorico hilang diatas perairan Segitiga Bermuda.
Pada tanggal 17 Januari 1949 pesawat Star Areal, dari arah Bermuda menuju Jamaica hilang begitu saja ditelan bumi tanpa ada jejaknya.
Istilah Bermuda diambil dari nama bulan ketujuh penanggalan Mesir, yaitu Naisan. Pada bulan itu petani menanam tebu dan memanen kurma. Istilah itu kemudian dipergunakan untuk menunjuk segitiga imajinatif yang terletak di Samudera Atlantik. Segitiga Bermuda memiliki luas sekitar 770.000 km2 dan terdiri dari gugusan pulau – pulau yang jumlahnya 350 pulau.
Puncak imajinatif Bermuda, di bagian utara terdapat pulau Bermuda, sudut tenggaranya terdapat pulau Poerterico,yang merupakan markas Militer USA. Penduduknya berbahasa Spanyol dan bahasa resminya bahasa Inggris. Ibukotanya San Juan. Sedangkan sudut baratnya terletak di Miami,Florida.
Seorang spesialis peristiwa – peristiwa misterius kelautan bernama Vincent Cadys, mengatakan bahwa daerah Segitiga Bermuda sangat berbahaya bagi pelayaran dan penerbangan. Kurang lebih 100 pesawat dan kapal laut hilang di daerah ini dan korbannya mencapai lebih dari 1000 orang. Sebagian besar peristiwa misterius itu terjadi pada tahun 1945.
Lalu, Charles Berlins, penulis buku Bermuda Triangle memaparkan secara panjang lebar dalam bukunya tentang hilangnya kapal Perancis Rousalie yang melewati daerah ini pada tahun 1940. Mesinnya tetap baik dan muatannya pun tidak diusik, tetapi kapal ini kosong tidak berpenumpang maupun berawak. Kejadian lainnya yaitu hilangnya kapal barang besar milik USA bernama Anita dengan muatan 20.000 ton pada tanggal 23 Maret 1973.
Yang paling mengerikan kejadian yang dijuluki “Kuburan Atlantik” di Segitiga Bermuda adalah malapetaka yang menimpa ekspedisi skuadron ke-19 Amerika. Pada hari Kamis bulan Januari 1945, lima pesawat tempur jenis TTB30 Finger berangkat dari pangkalannya di Port Louderdidle di wilayah Florida, USA. Kelima pesawat itu bersama awaknya lenyap di balik kabut misterius tanpa meninggalkan jejak sedikit pun di daerah Segitiga Bermuda.
Yang lebih menakjubkan lagi adalah upaya yang dilakukan para sarjana dalam memecahkan misteri di Segitiga Bermuda, bahwa di daerah itu terdapat elektromagnet yang dinterpretasikan peristiwa – peristiwa tersebut sebagai ulangan dari penampilan kembali peristiwa – peristiwa yang dulu pernah terjadi di wilayah tersebut karena adanya lorong waktu (time tannel). Jadi pesawat dan kapal laut yang hilang tadi masih tetap hidup tetapi berada di tempat dan waktu yang lain.
Tanggapan lain tentang Segitiga Bermuda adalah daerah itu pusat kerajaan iblis dan setan pengikut – pengikutnya mengendalikan kegiatannya untuk mempengaruhi manusia supaya sesat, sesuai janjinya dahulu kepada nabi Adam yang akan merusak moral keturunan Nabi Adam
Resensi Film The New World
Resensi film ini merupakan tugas hangat dari mata kuliah komunikasi lintas budaya.
The New World
Deskripsi cerita
Kisah ini berawal dari Pantai Virginia 1607. Tiga buah kapal layar berbendera Union Jack menyusuri muara-muara sungai nan lebar yang dikelilingi hutan lebat. Awak dan penumpang kapal terlihat sibuk mondar-mandir, entah apa yang akan mereka lakukan. Seorang laki-laki berjanggut lebat terkurung di palka kapal, nampaknya seorang tahanan. Tak jauh dari situ, di tepian sungai, sekelompok orang tak berbusana (cuma berpenutup pinggang ke bawah) terlihat mondar-mandir tak karuan. Pandangan penuh tanya tampak di raut wajah mereka. Salah seorangnya perempuan, berparas eksotik namun berbusana cukup minimalis.
Rombongan imigran tersebut membuka koloni baru di sebuah pulau di tengah sungai, yang belakangan disebut sebagai Jamestown. Koloni yang dipimpin oleh Capt. John Smith ini merupakan koloni orang-orang Inggris paling awal di Amerika Utara. Jangan membayangkan bentuknya yang megah, koloni tersebut hanyalah berbentuk sebuah benteng berdinding kayu yang isinya pun beberapa gubuk beratapkan ilalang. Interaksi mulai berlangsung antara para imigran dengan orang Indian. Meski disambut pandangan penuh curiga oleh para imigran bersenjatakan senapan, orang-orang Indian dengan penuh suka cita menyambut tetangga barunya itu, termasuk sang perempuan Indian, yang belakangan disebut sebagai Pocahontas.
Semula anggota pasukan inggris berinteraksi baik dengan penduduk pribumi wilayah itu (suku Indian), namun sebuah kesalah pahaman memicu adanya ketegangan diantara kedua belah pihak. Gawatnya lagi, john Smith sempat ditawan oleh suku Indian. Hampir saja Smith dihukum mati, kalau saja tidak muncul si gadis Indian, Pocahontas yang meminta Powhatan, ayahnya, untuk tidak menghukum mati Smith. Diam–diam diantara kedua insan ini mulai tumbuh benih-benih cinta. Bahkan, ketika Smith dibebaskan oleh pihak Indian, Smith meminta untuk ikut bersamanya. Pocahontas akhirnya menyanggupi permintaaan Smith, namun setelah Pocahontas menyesuaikan diri dengan peradaban barat bahkan hingga diberi nama baru, Rebeca, malah kini Smith yang mulai ragu dengan cintanya. Bahkan ia meminta pada seorang anak buahnya agar memberitahukan sebuah kabar palsu bahwa ia telah tewas. Berita ini tentu sangat memukul perasaaan Pocahontas. Lalu munculah seorang pria bernama John Rolfe, yang mengisi kekosongan hati Pocahontas.